HIV dan AIDS

Pendahuluan

HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) adalah dua istilah yang sering digunakan secara bergantian, namun sebenarnya memiliki perbedaan penting. Memahami perbedaan antara keduanya serta hubungan mereka adalah kunci untuk meningkatkan kesadaran dan penanganan penyakit ini. Artikel ini akan menjelaskan perbedaan antara HIV dan AIDS serta menguraikan hubungan antara keduanya.

Apa itu HIV?

HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel T CD4. Virus ini mengurangi kemampuan tubuh dalam melawan infeksi dan penyakit. HIV ditransmisikan melalui cairan tubuh seperti darah, sperma, cairan vagina, dan ASI. Tidak semua orang yang terinfeksi HIV akan mengembangkan AIDS. Dengan pengobatan yang tepat, seseorang yang terinfeksi HIV bisa hidup lama dengan virus ini tanpa pernah mengembangkan AIDS.

Apa itu AIDS?

AIDS adalah kondisi kronis yang terjadi sebagai tahap lanjut infeksi HIV. Ini ditandai dengan sistem kekebalan tubuh yang sangat lemah, sehingga tubuh tidak mampu melawan infeksi dan penyakit. AIDS biasanya berkembang sekitar 8-10 tahun setelah infeksi HIV jika tidak diobati. Diagnosa AIDS diberikan ketika jumlah sel T CD4 seseorang turun di bawah ambang batas tertentu atau ketika mereka mengembangkan penyakit tertentu yang dikenal sebagai ‘penyakit indikator AIDS’.

Bagaimana HIV Berkembang Menjadi AIDS?

Proses di mana HIV berkembang menjadi AIDS melibatkan penurunan bertahap sistem kekebalan tubuh. Tanpa pengobatan, HIV terus merusak sel-sel imun, terutama sel T CD4. Ketika jumlah sel T CD4 turun di bawah 200 sel per mikroliter darah, seseorang dianggap memiliki AIDS. Pada titik ini, tubuh menjadi lebih rentan terhadap berbagai infeksi oportunistik dan penyakit yang biasanya tidak mempengaruhi orang dengan sistem kekebalan yang sehat.

Pencegahan dan Pengobatan

Pencegahan HIV melibatkan langkah-langkah seperti penggunaan kondom, menghindari berbagi jarum, dan, dalam beberapa kasus, pengobatan profilaksis sebelum paparan (PrEP) atau setelah paparan (PEP). Pengobatan untuk HIV melibatkan terapi antiretroviral (ART), yang membantu menjaga jumlah virus dalam darah tetap rendah dan mempertahankan fungsi sistem kekebalan. ART telah terbukti efektif dalam menunda perkembangan HIV menjadi AIDS dan memungkinkan individu yang terinfeksi HIV untuk menjalani kehidupan yang panjang dan sehat.

Memahami perbedaan antara HIV dan AIDS serta hubungan antara keduanya sangat penting untuk pencegahan, diagnosis, dan pengobatan yang efektif. Dengan penanganan yang tepat, orang yang hidup dengan HIV dapat menghindari berkembangnya AIDS dan menjalani kehidupan yang produktif dan sehat. Kesadaran dan pendidikan tentang HIV dan AIDS merupakan langkah penting dalam mengatasi stigma dan diskriminasi yang seringkali mengiringi kondisi ini.